Jumat, 21 November 2025
Pilihan
Sudah tidak asing lagi di telinga kita tentang arti sebuah pilihan. Satu keputusan akan merubah hidup dan takdir kita. Banyak contoh kejadian yang dapat kita ambil, misalnya seperti anak kecil yang tidak boleh sekolah oleh orang tuanya dengan alasan tidak mempunyai biaya, pasti anak tersebut kalah dengan anak-anak yang sekolah dalam hal pendidikan. Aku juga ikut mengalami hal itu, banyak pilihan yang harus aku lewati hingga aku menjadi bisa menjadi sekarang ini. Saat aku masih kelas 5 di tingkat Sekolah Dasar(SD), ibu ku mengalami gangguan saraf yang akhirnya mengubah hidup keluarga kami. Semua menjadi bingung. Itu semua tidak lepas dari perbuatan penjahat yang mengambil motor bapak ku. Banyak cara yang di lakukan tapi hasilnya selalu gagal untuk menemukan motor itu. Sedangkan ibu ku semakin parah penyakitnya, yang akhirnya ayah ku mengambil keputusan untuk pulang ke Desa, agar ibu ku ada yang menemani dan menjaga. Karena ayah ku yang seorang tukang penjual koran yang harus berangkat subuh dan pulang sore, tidak ada waktu untuk menemani. Sedangkan aku harus sekolah dan tidak mengerti apa-apa waktu itu. Dari semua yang terjadi itu, aku sekarang mengerti bahwa hidup kita ada yang mengatur dan tiap-tiap orang mempunyai jalan hidupnya sendiri-sendiri. Sekarang bisnis koran di tempat bapak ku bekerja dulu, banyak yang mengalami ke bangkrutan. Karena penjual semakin banyak dan pembeli berkurang dengan adanya jaringan informasi yang mudah disana-sini. Tapi keluarga ku sekarang sungguh bersyukur. Di Desa, Bapak ku bisa bertani dan berternak yang hasilnya alhamdulillah cukup untuk membiayai kebutuhan keluarga ku. Memilih itu memang sulit karena hidup adalah pilihan.
Langganan:
Postingan (Atom)